Strategi Data Loss Prevention untuk Mencegah Kebocoran Data
Data perusahaan dapat bocor bukan hanya karena serangan hacker, tetapi juga melalui aktivitas sehari-hari seperti mengunduh, mengunggah, mencetak, atau menyimpan file. Data Loss Prevention (DLP) merupakan pendekatan keamanan yang membantu perusahaan mengontrol bagaimana data sensitif digunakan dan dipindahkan, sehingga risiko kehilangan atau kebocoran data dapat dikurangi.
Dalam lingkungan kerja modern yang semakin mengandalkan cloud dan aplikasi berbasis web, DLP menjadi salah satu bagian penting dari strategi keamanan data perusahaan.
Apa Itu Data Loss Prevention?
Data Loss Prevention atau DLP adalah pendekatan keamanan untuk membantu perusahaan mencegah data sensitif keluar, digunakan, atau dibagikan dengan cara yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Data yang perlu dilindungi bisa berupa berbagai informasi penting, seperti:
- Data pelanggan
- Data karyawan
- Dokumen keuangan
- Informasi bisnis
- Dokumen internal perusahaan
- Informasi yang memiliki persyaratan compliance tertentu
DLP tidak hanya berfokus pada pertanyaan “siapa yang boleh mengakses data?”, tetapi juga “apa yang boleh dilakukan terhadap data tersebut setelah diakses?”
Perbedaan ini penting karena seseorang bisa saja memiliki izin untuk mengakses sebuah dokumen, tetapi belum tentu memiliki izin untuk mengunduh atau mengunggah dokumen tersebut ke tempat lain.
Bagaimana Data Sensitif Bisa Bocor?
Kebocoran data dapat terjadi melalui aktivitas yang terlihat sederhana dan merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari. Beberapa contohnya adalah:
1. Data di-download ke perangkat
Karyawan mengunduh dokumen sensitif dari aplikasi perusahaan dan menyimpannya di perangkat yang tidak memiliki perlindungan atau kontrol sesuai kebijakan perusahaan.
2. Data di-upload ke layanan lain
Seorang karyawan mungkin mengunggah file perusahaan ke website atau layanan online untuk mengolah atau membagikan data tersebut.
3. Data dicetak
Informasi sensitif dapat keluar dari lingkungan digital perusahaan melalui dokumen yang dicetak.
4. Data disimpan di lokasi yang tidak sesuai
File dapat disimpan di perangkat, cloud storage, atau lokasi lain yang tidak seharusnya digunakan untuk menyimpan data perusahaan.
5. Data dibagikan kepada pihak yang tidak seharusnya
Kesalahan konfigurasi atau human error juga dapat menyebabkan dokumen dibagikan kepada pengguna atau pihak yang tidak memiliki hak untuk mengaksesnya.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa mengamankan data bukan hanya tentang mencegah pihak luar masuk ke sistem perusahaan. Perusahaan juga perlu memiliki kontrol terhadap bagaimana data digunakan setelah berhasil diakses oleh pengguna yang memiliki izin.
Baca juga: 7 Tantangan Keamanan Data Pegawai Perusahaan Besar. Bagaimana Cara Mengatasinya?
Kenapa Data Loss Prevention Penting untuk Perusahaan?
Ada beberapa alasan mengapa perusahaan perlu mempertimbangkan DLP sebagai bagian dari strategi keamanan data.
Mengurangi risiko human error
Tidak semua kebocoran data dilakukan dengan sengaja. Kesalahan saat mengirim, mengunduh, menyimpan, atau membagikan file dapat terjadi dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Dengan policy yang tepat, perusahaan dapat membantu membatasi aktivitas tertentu terhadap data sensitif.
Mencegah data keluar dari lingkungan perusahaan
DLP dapat membantu perusahaan mengontrol bagaimana informasi sensitif dapat dipindahkan. Dengan begitu, akses terhadap data tidak berhenti pada tahap login atau authentication saja.
Membantu melindungi data yang membutuhkan perlakuan khusus
Perusahaan dapat menerapkan aturan terhadap informasi yang dianggap sensitif atau memiliki kebutuhan compliance tertentu.
Mengapa DLP Perlu Diterapkan di Browser?
Di lingkungan kerja modern, banyak aktivitas perusahaan dilakukan melalui browser.
Karyawan dapat menggunakan browser untuk:
Login → membuka aplikasi perusahaan → mengakses data → mengunduh file → mengunggah file → mengakses website lain.
Artinya, browser menjadi salah satu tempat di mana data perusahaan digunakan dan dipindahkan.
Karena itu, perlindungan data tidak hanya perlu diterapkan pada server atau jaringan, tetapi juga pada titik tempat pengguna berinteraksi dengan data.
Chrome Enterprise Premium memungkinkan perusahaan menerapkan aturan keamanan pada browser layer untuk membantu mengontrol aktivitas seperti download, upload, print, dan save terhadap data sensitif.
Data Loss Prevention sebagai Bagian dari Strategi Keamanan Data
Data loss prevention bukan berarti perusahaan harus melarang seluruh aktivitas pengguna. Sebaliknya, pendekatan ini membantu perusahaan membuat aturan yang lebih terarah mengenai bagaimana data sensitif boleh digunakan.
Misalnya:
- Data tertentu boleh diakses, tetapi tidak boleh di-download.
- Pengguna tertentu boleh mengakses data, tetapi tidak boleh meng-upload-nya.
- Data sensitif dapat memiliki policy berbeda dengan data biasa.
- Aktivitas yang memicu security rule dapat dicatat untuk kebutuhan investigasi dan remediation.
Chrome Enterprise Premium menggabungkan DLP dengan kapabilitas keamanan lainnya, seperti malware dan phishing protection, security reporting, adaptive policy management, serta context-aware access.
Dengan pendekatan tersebut, browser dapat menjadi salah satu lapisan dalam strategi perlindungan data perusahaan.
Baca juga: Kebocoran Data Perusahaan Tidak Selalu Disebabkan Oleh Hacker. Begini Cara Mencegahnya!
Lindungi Data Perusahaan dengan Strategi Keamanan yang Lebih Menyeluruh
Semakin banyak aktivitas bisnis dilakukan melalui cloud dan aplikasi berbasis web, semakin penting bagi perusahaan untuk memperhatikan bagaimana data digunakan setelah berhasil diakses oleh karyawan.
Data Loss Prevention membantu perusahaan bergerak dari sekadar mengontrol akses menjadi mengontrol penggunaan dan perpindahan data.
Ingin tahu bagaimana melindungi data perusahaan dengan lebih baik? PointStar Indonesia siap membantu Anda menemukan solusi cloud, security, dan AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Hubungi kami untuk konsultasi sekarang!