Kebocoran Data Perusahaan Tidak Selalu Disebabkan Hacker. Begini Cara Mencegahnya!
Kebocoran data perusahaan terjadi ketika informasi sensitif diakses, dibagikan, atau dipindahkan oleh pihak yang tidak seharusnya.
Penyebabnya tidak selalu berupa serangan hacker ke server perusahaan. Kesalahan karyawan, phishing, malware, perangkat yang tidak aman, hingga aktivitas sederhana seperti mengunduh atau mengunggah file melalui browser juga dapat membuka risiko kebocoran data.
Karena itu, perusahaan membutuhkan perlindungan yang mencakup data, perangkat, akses, hingga aktivitas pengguna di browser.
Apa Penyebab Kebocoran Data Perusahaan?
Semakin banyak aktivitas bisnis dilakukan secara digital, semakin banyak pula titik yang perlu diamankan. Berikut beberapa penyebab kebocoran data yang perlu diperhatikan perusahaan:
1. Human Error
Kesalahan manusia masih menjadi salah satu risiko dalam pengelolaan data. Misalnya, karyawan salah mengirim dokumen, membagikan file kepada penerima yang keliru, atau mengunduh data sensitif ke perangkat yang tidak memiliki perlindungan memadai.
Masalahnya, aktivitas tersebut terlihat seperti bagian dari pekerjaan sehari-hari. Tanpa kebijakan keamanan yang tepat, data perusahaan dapat berpindah keluar dari lingkungan yang seharusnya tanpa disadari.
2. Phishing dan Link Berbahaya
Serangan phishing dapat dimulai dari aktivitas sederhana: karyawan menerima email atau pesan dengan link yang terlihat meyakinkan, kemudian memasukkan kredensial pada situs palsu.
Browser menjadi salah satu titik penting dalam menghadapi risiko tersebut karena aktivitas pengguna banyak berlangsung di web.
Chrome Enterprise Premium menyediakan perlindungan malware dan phishing yang lebih lanjut, termasuk pemeriksaan URL secara real-time serta pemindaian file untuk membantu mencegah pengguna mengakses situs berbahaya atau mengunduh file mencurigakan.
3. Malware dan File Berbahaya
File yang diunduh dari internet dapat menjadi jalur masuk malware ke perangkat perusahaan. Jika perangkat tersebut kemudian digunakan untuk mengakses aplikasi atau data perusahaan, risiko keamanan dapat meluas.
Karena itu, perlindungan endpoint tidak cukup hanya mengandalkan keamanan jaringan. Browser yang digunakan karyawan juga perlu menjadi bagian dari strategi keamanan perusahaan.
Baca juga: Cara Instal Chrome ke Ratusan Perangkat Perusahaan dengan Chrome Enterprise Premium
4. Penggunaan Perangkat Pribadi
Pola kerja hybrid dan BYOD (Bring Your Own Device) membuat karyawan dapat mengakses resource perusahaan dari perangkat pribadi. Tantangannya, perusahaan tidak selalu memiliki tingkat kontrol yang sama terhadap perangkat tersebut.
Chrome Enterprise Premium dirancang untuk memberikan lapisan kontrol keamanan pada perangkat yang dikelola maupun tidak dikelola, termasuk lingkungan BYOD.
5. Data Keluar Melalui Aktivitas Browser
Kebocoran data tidak selalu membutuhkan eksploitasi yang rumit. Bayangkan seorang karyawan mengakses dokumen sensitif melalui browser, lalu mengunduhnya, mengunggahnya ke website lain, mencetaknya, atau menyimpannya di perangkat pribadi.
Inilah mengapa browser perlu dipandang sebagai bagian dari security perimeter. Google menempatkan Chrome Enterprise Premium sebagai enforcement point untuk perlindungan data di browser. Dengan DLP, perusahaan dapat menerapkan aturan terhadap aktivitas seperti download, upload, print, dan save pada data sensitif.
Bagaimana Cara Mencegah Kebocoran Data?
Pencegahan kebocoran data membutuhkan pendekatan berlapis. Perusahaan dapat mulai dengan beberapa langkah berikut:
- Identifikasi data sensitif yang perlu mendapatkan perlindungan khusus.
- Terapkan kontrol akses berdasarkan identitas pengguna dan kondisi perangkat.
- Lindungi endpoint dari malware, phishing, dan ancaman berbasis web.
- Kelola browser secara terpusat agar kebijakan keamanan dapat diterapkan secara konsisten.
- Gunakan Data Loss Prevention (DLP) untuk mengontrol bagaimana data sensitif dapat digunakan atau dipindahkan.
- Pantau aktivitas dan security events agar tim IT dapat mengetahui potensi risiko dan melakukan tindakan yang diperlukan.
Pendekatan ini semakin relevan ketika karyawan bekerja dari berbagai lokasi dan perangkat. Chrome Enterprise Premium menyediakan security reporting and insights untuk memberikan visibilitas terhadap pengguna berisiko, domain, dan aktivitas yang memicu aturan perlindungan data.
Peran Chrome Enterprise Premium dalam Mencegah Kebocoran Data
Chrome Enterprise Premium membantu perusahaan menjadikan browser sebagai bagian dari strategi keamanan. Selain perlindungan malware dan phishing, solusi ini menyediakan DLP untuk membantu mencegah eksfiltrasi data perusahaan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
Perusahaan juga dapat menerapkan context-aware access untuk menentukan akses berdasarkan faktor seperti identitas pengguna dan kondisi perangkat.
Pendekatan ini membantu melindungi data ketika karyawan bekerja dari luar jaringan perusahaan, termasuk melalui perangkat pribadi.
Dengan pengelolaan terpusat, tim IT dan keamanan juga dapat menerapkan berbagai kebijakan browser tanpa harus mengandalkan konfigurasi manual pada setiap perangkat.
Baca juga: Solusi Safe Browsing Korporat: Amankan Data Perusahaan dengan Chrome Enterprise Premium
Lindungi Data Perusahaan Sekaligus Siapkan Fondasi Transformasi AI
Kebocoran data bukan hanya persoalan server atau jaringan. Ketika aktivitas bisnis semakin bergeser ke cloud, SaaS, browser, dan berbagai tools digital termasuk AI, perusahaan perlu melihat keamanan data secara lebih menyeluruh.
PointStar Indonesia membantu perusahaan membangun fondasi transformasi digital dan AI yang aman, mulai dari solusi cloud, data, hingga pengembangan AI kustom.
Untuk perusahaan yang ingin meningkatkan keamanan aktivitas kerja di browser sekaligus mempersiapkan lingkungan digital yang lebih siap untuk adopsi AI, tim PointStar Indonesia siap membantu menentukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.